Ditemukan Beberapa Planet Baru

Minggu, 4 Desember 2011 - Penemuan planet-planet baru terus terjadi. Ambil sebagai contoh, 18 planet baru yang ditemukan oleh sebuah tim astronom baru-baru ini yang dipimpin oleh para ilmuan dari Institut Teknologi California (Caltech).

“Ini adalah pengumuman tunggal planet terbesar dalam orbit mengelilingi bintang lebih masif dari matahari, selain penemuan yang dibuat oleh misi Kepler,” kata  John Johnson, asisten professor astronomi di Caltech dan pengarang perdana makalah tim ini, yang diterbitkan dalam edisi Desember   The Astrophysical Journal Supplement. Misi Kepler adalah teleskop antariksa yang sejauh ini telah menemukan lebih dari 1200 kemungkinan planet, walaupun mayoritasnya belum dikonfirmasi.
 Menggunakan Observatorium Keck di Hawaii – dengan pengamatan lanjutan menggunakan Observatorium McDonald dan Fairborn di Texas dan Arizona – para peneliti meninjau sekitar 300 bintang. Mereka berfokus pada apa yang disebut bintang tipe-A pensiunan yang lebih dari satu setengah kali lebih masif dari matahari. Bintang-bintang ini baru saja melewati tahap utama dalam hidup mereka – dari sini istilah “pensiunan” diambil – dan sekarang sedang mengembang menuju apa yang disebut bintang subraksasa.
 Untuk mencari planet, para astronom mencari bintang-bintang tipe ini yang bergoyang, yang dapat disebabkan oleh pertandingan gravitasi dengan planet yang mengorbitnya. Dengan mencari ingsutan Doppler – pemanjangan dan kontraksi panjang gelombang karena gerakan menjauh dan mendekati pengamat – spectrum bintang yang bergoyang, tim ini menemukan 18 planet dengan massa sama dengan Yupiter.
Perburuan baru ini menandai 50 persen peningkatan jumlah planet yang diketahui mengorbit bintang masif, menurut Johnson, memberikan populasi berharga sistem planet untuk memahami bagaimana planet – dan tata surya kita – terbentuk. Para peneliti mengatakan kalau penemuan ini juga mendukung teori kalau planet tumbuh dari partikel benih yang menumpuk gas dan debu dalam sebuah cakram mengelilingi sebuah bintang baru.
 Menurut teori ini, partikel kecil mulai menggerombol, pada akhirnya menjadi bola planet. Bila ini merupakan urutan peristiwa yang benar, karakteristik sistem planet yang dihasilkan – seperti jumlah dan ukuran planet, atau bentuk orbit mereka – akan tergantung pada massa bintang. Sebagai contoh, bintang yang lebih massif akan memiliki cakram yang lebih besar, yang pada gilirannya memiliki lebih banyak bahan untuk menghasilkan jumlah planet raksasa yang lebih banyak.
Dalam teori lain, planet terbentuk ketika sejumlah besar gas dan debu dalam cakram secara spontan runtuh menjadi bongkahan besar padat yang kemudian menjadi planet. Namun dalam gambaran ini, ternyata massa bintang tidak mempengaruhi jenis planet yang dihasilkan.
 Sejauh ini, jumlah planet yang ditemukan terus bertambah, para astronom menemukan kalau massa bintang memang tampak penting dalam menentukan jumlah planet raksasa. Planet-planet yang baru ditemukan mendukung pola ini – dan karenanya ia konsisten dengan teori pertama, teori yang menyatakan kalau planet lahir dari partikel-partikel benih.
“Senang melihat semua garis bukti ini memusat menunjuk pada satu kelas mekanisme pembentukan,” kata Johnson.
Ada hal lain yang menarik, tambahnya: “Bukan hanya kami menemukan planet mirip Yupiter lebih sering di sekitar bintang masif, namun kami menemukannya dalam orbit yang lebih lebar.” Jika anda mengambil contoh dari 18 planet yang mengelilingi bintang mirip matahari, jelasnya, separuh darinya akan memiliki orbit dekat dengan bintang mereka. Namun dalam kasus planet baru, semuanya lebih jauh, setidaknya 0,7 satuan astronomi dari bintang mereka. (Satu satuan astronomi, atau SA, adalah jarak dari Bumi ke matahari.)
Dalam sistem dengan bintang mirip matahari, raksasa gas seperti Yupiter memerlukan orbit dekat ketika mereka bermigrasi menuju bintang mereka. Menurut teori pembentukan planet, raksasa gas hanya dapat terbentuk jauh dari bintang mereka, dimana cukup dingin bagi gas dan es penyusunnya bisa hadir. Jadi untuk raksasa gas yang mengorbit dekat dengan bintangnya, interaksi gravitasi tertentu harus terjadi untuk menarik planet ini. Kemudian, beberapa mekanisme lain – mungkin medan magnet bintang – harus masuk untuk mencegah mereka memuntir masuk ke dalam bintang.
Pertanyaannya, kata Johnson, adalah mengapa hal ini tidak terjadi dengan Yupiter panas yang mengorbit bintang masif, dan apakah kematian ini karena sifat dasar atau lingkungan. Dalam penjelasan sifat dasar, planet mirip Yupiter yang mengorbit bintang masif tidak akan bermigrasi masuk. Dalam penjelasan lingkungan, planet akan masuk, namun tidak akan ada yang mampu mencegahnya tercebur ke bintang mereka. Atau mungkin bintangnya berevolusi dan menelan, mengkonsumsi planet mereka. Mana yang benar? Menurut Johnson, subraksasa seperti bintang A yang mereka cari dalam makalah ini tidak mengembang cukup untuk memangsa Yupiter panas. Jadi, kecuali bintang A punya karakteristik unik yang dapat mencegah mereka berhenti memindahkan planet – seperti kurangnya medan magnet di awal hidup mereka – tampaknya penjelasan sifat dasar lebih masuk akal.
Daftar planet baru ini juga menunjukkan pola lain yang menarik: orbit mereka umumnya melingkar, sementara planet yang mengelilingi bintang mirip matahari membentang dalam jalur melingkar yang agak lonjong hingga sangat lonjong. Johnson mengatakan kalau ia sekarang sedang mencari penjelasannya.
Bagi Johnson, penemuan ini telah lama diharapkan. Penemuan sekarang, misalnya, dating dari sebuah survey astronomi yang ia awali saat masih mahasiswa pasca sarjana; karena planet-planet ini memiliki orbit lebar, mereka menghabiskan beberapa tahun untuk membuat satu revolusi, berarti perlu pula beberapa tahun sebelum goyangan periodic bintang mereka tampak bagi seorang pengamat. Sekarang, penemuan ini akhirnya muncul. “Saya membayangkannya seperti sebuah taman – anda menanam benihnya dan bekerja keras untuknya,” katanya. “Lalu, satu decade kemudian, taman anda menjadi besar dan makmur. Itu yang saya rasakan sekarang. Taman saya penuh dengan tomat besar, terang, dan segar – planet-planet berukuran Yupiter ini.”
Pengarang lain makalah The Astrophysical Journal Supplement Series berjudul “Retired A stars and their companions VII. Eighteen new Jovian planets,” mencakup bekas mahasiswa s1 Caltech,   Christian Clanton, yang lulus tahun 2010; sarjana pasca doctoral Caltech   Justin Crepp; dan Sembilan lainnya dari Insitut Astronomi Universitas Hawaii; Universitas California di Berkeley, Pusat Ekselensi Sistem Informasi di   Tennessee State University; McDonald Observatory di University of Texas, Austin; dan Pennsylvania State University. Penelitian ini didukung oleh National Science Foundation dan NASA.
Sumber berita:
Referensi lanjut:
John Asher Johnson, Christian Clanton, Andrew W. Howard, Brendan P. Bowler, Gregory W. Henry, Geoffrey W. Marcy, Justin R. Crepp, Michael Endl, William D. Cochran, Phillip J. MacQueen, Jason T. Wright, Howard Isaacson. Retired A Stars and Their Companions. VII. 18 New Jovian Planets. The Astrophysical Journal Supplement Series, 2011; 197 (2): 26 DOI: 10.1088/0067-0049/197/2/26

Lubang Hitam


Black-hole
Lubang hitam atau Black Hole adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar.
Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya.
Misteri lubang hitam yg bertebaran di jagad raya dapat dikatakan hampir mirip dengan konserp rentetan kejadian-kejadian aneh yg terjadi di kawasan Segitiga Bermuda.
Tp berbeda dg kasus-kasus di Segitiga Bermuda yg rata-rata menelan kapal laut maupun pesawat terbang, black hole dapat berukuran lbh besar dari matahari dan mampu menarik dan menelan apa saja yg berada di dekat nya termasuk planet-planet.Bahkan partikel cahaya pun tidak mampu untuk meloloskan diri dari tarikan gravitasi black hole yg super dashyat.
Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali.

Proses Terbentuk nya Black Hole
Teori lubang hitam dikemukakan lebih dr 200 tahun yg lalu.Pada 1783 , ilmuwan John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujud nya sebuah lubang hitam setelah beliau meneliti dan mengkaji teori gravitas Isaac Newton.
Beliau berpendapat, jika objek yg dilemparkan tegak lurus ke atas, maka ia akan terlepas dr pengaruh gravitasi Bumi setelah mencapai kecepatan lebih dr 11 km/s, maka tentu ada planet atau bintang lain yg memiliki gravitasi lebih besar daripada Bumi.
Istilah “lubang hitam” pertama kali digunakan oleh ahli fisika Amerika Serikat, John Archibald Wheeler pada 1968. Wheeler memberi nama demikian karena lubang hitam tidak dapat dilihat, karena cahaya turut tertarik ke dalam nya sehingga kawasan di sekitar nya menjadi gelap.
Menurut teori evolusi bintang, lubang hitam berasal dr sejenis bintang biru yang memiliki suhu permukaan lebih dari 25.000 derajat Celcius.
Ketika pembakaran hidrogen di bintang biru yg memakan waktu kira-kira 19 juta tahun selesai, ia akan menjadi bintang biru raksasa.
Kemudian,bintang itu menjadi dingin dan menjadi bintang merah raksasa. Dalam fase itulah,akibat tarikan gravitasi nya sendiri, bintang merah raksasa mengalami ledakan dahsyat atau sering disebut dengan Supernova dan menghasilkan 2 jenis bintang yaitu bintang Netron dan Black Hole.

Pertumbuhan Black Hole
Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak tersedot masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

Cakram gas
Dengan sifatnya yang tidak bisa dilihat, pertanyaan kemudian adalah bagaimana mendeteksi adanya suatu lubang hitam? Kesempatan yang paling baik untuk mendeteksinya, diakui para ahli, adalah bila ia merupakan bintang ganda (dua bintang yang berevolusi dan saling mengelilingi). Lubang hitam akan menyedot semua materi dan gas-gas hasil ledakan termonuklir bintang di sekitarnya. Dari gesekan internal, gas-gas yang tersedot itu akan menjadi sangat panas (hingga 2 juta derajat!) dan memancarkan sinar-X. Dari sinar-X inilah para ahli memulai langkah untuk menjejak lubang hitam.
Pada 12 Desember 1970, AS meluncurkan satelit astronomi kecil (Small Astronomical Satellite SAS) pendeteksi sinar-X di kosmis bernama Uhuru dari lepas pantai Kenya. Dari hasil pengamatannya didapatkan bahwa sebuah bintang maha raksasa biru, yakni HDE226868 yang terletak dalam konstelasi Cygnus (8.000 tahun cahaya dari bumi) mempunyai pasangan bintang Cygnus X-1, yang tidak dapat dideteksi secara langsung.
Cygnus X-1 menampakkan orbitnya berupa gas-gas hasil ledakan termonuklir HDE226868 yang bergerak membentuk sebuah cakram. Cygnus X-1 diperhitungkan berukuran lebih kecil dari Bumi, tapi memiliki massa enam kali lebih besar dari massa matahari. Bintang redup ini telah diyakini para ilmuwan sebagai lubang hitam. Selain Cygnus X-1, Uhuru juga mendapatkan sumber sinar-X kosmis, yakni Cygnus X-3 dalam konstelasi Centaurus dan Lupus X-1 dalam konstelasi bintang Lupus. Dua yang disebut terakhir belum dipastikan sebagai lubang hitam, termasuk 339 sumber sinar-X lainnya yang dideteksi selama 2+5 tahun masa operasi Uhuru.
Eksplorasi sumber sinar-X di kosmis masih dilanjutkan oleh satelit HEAO (High Energy Astronomical Observatory) atau Einstein Observatory tahun 1978. Satelit ini menemukan bintang ganda yang lain dalam konstelasi Circinus, yakni Circinus X-1 serta V861 Scorpii dan GX339-4 dalam konstelasi bintang Scorpius.
Tahun 1999, dengan biaya 2,8 milyar dollar, AS masih meluncurkan teleskop Chandra, guna menyingkap misteri lubang hitam. The Chandra X-ray Observatory sepanjang 45 kaki milik NASA ini telah berhasil membuat ratusan gambar resolusi tinggi dan menangkap adanya lompatan-lompatan sinar-X dari pusat galaksi Bima Sakti berjarak 24.000 tahun cahaya dari Bumi. Mencengangkan, karena bila memang benar demikian (lompatan sinar-X itu) menunjukkan adanya sebuah lubang hitam di jantung Bima Sakti, maka teori Albert Einstein kembali benar. Ia menyatakan, bahwa di jantung setiap galaksi terdapat lubang hitam!
“Dugaan semacam itu sungguh sangat dekat dengan kenyataan,” kata Frederick Baganoff yang memimpin penelitian, September 2001, kepada Reuters di Washington. Para ilmuwan pun mulai melebarkan pencarian terhadap putaran gas di sekitar tepi-tepi jurang ketiadaan ini, layaknya mencari pusaran air.
Pencarian lubang hitam dan kebenaran teori-teori yang mendukungnya memang masih terus dilakukan para ahli, seiring makin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan kemudian, bila lubang hitam bertebaran di kosmis, apakah nanti pada saat kiamat, monster ini pula yang akan melenyapkan benda-benda jagat raya? (ron)
Bila ditelusuri istilah lubang hitam, sebenarnya belum lah lama populer. Dua kata ini pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Wheeler memberi nama demikian karena singularitas ini tak bisa dilihat. Mengapa demikian? Penyebabnya tidak lain karena cahaya tak bisa lepas dari kungkungan gravitasi singularitas yang maha dahsyat ini. Daerah di sekitar singularitas atau lazimnya disebut sebagai Horizon Peristiwa (radiusnya dihitung dengan rumus jari-jari Schwarzschild R = 2GM/C2 dimana G = 6,67 x 10-11 Nm2kg-2, M = kg massa lubang hitam, C = cepat rambat cahaya) menjadi gelap. Itulah sebabnya, wilayah ini disebut sebagai lubang hitam.
Dengan tidak bisa lepasnya cahaya, serta merta sekilas kita bisa membayangkan sendiri kira-kira seberapa besar gaya gravitasi dari lubang hitam. Untuk mulai menghitungnya, ingatlah bahwa cepat rambat cahaya di alam mencapai 300 juta meter per detik. Masya Allah. Lalu, apalah jadinya bila benar sebuah wahana buatan manusia tersedot ke dalam lubang hitam? Dalam hitungan sepersejuta detik saja, tentunya dapat dipastikan wahana tersebut sudah remuk menjadi bubur.
Lebih dua ratus tahun silam, atau tepatnya pada tahun 1783. pemikiran akan adanya monster kosmis bersifat melenyapkan benda lainnya ini sebenarnya pernah dilontarkan oleh seorang pendeta bernama John Mitchell. Mitchell yang kala itu mencermati teori gravitasi Isaac Newton (1643-1727) berpendapat, bila bumi punya suatu kecepatan lepas dari Bumi 11 km per detik (sebuah benda yang dilemparkan tegak lurus ke atas baru akan terlepas dari pengaruh gravitasi bumi setelah melewati kecepatan ini), tentu ada planet atau bintang lain yang punya gravitasi lebih besar. Mitchell malah memperkirakan di kosmis terdapat suatu bintang dengan massa 500 kali matahari yang mampu mencegah lepasnya cahaya dari permukaannya sendiri.
Lalu, bagaimana sebenarnya lubang hitam tercipta? Menurut teori evolusi bintang (lahir, berkembang, dan matinya bintang), buyut dari lubang hitam adalah sebuah bintang biru. Bintang biru merupakan julukan bagi deret kelompok bintang yang massanya lebih besar dari 1,4 kali massa matahari. Disebutkan para ahli fisika kosmis, ketika pembakaran hidrogen di bintang biru mulai usai (kira-kira memakan waktu 10 juta tahun), ia akan berkontraksi dan memuai menjadi bintang maha raksasa biru. Selanjutnya, ia akan mendingin menjadi bintang maha raksasa merah. Dalam fase inilah, akibat tarikan gravitasinya sendiri, bintang maha raksasa merah mengalami keruntuhan gravitasi menghasilkan ledakan dahsyat atau biasa disebut sebagai Supernova.
Supernova ditandai dengan peningkatan kecerahan cahaya hingga miliaran kali cahaya bintang biasa kemudian melahirkan dua kelas bintang, yakni bintang netron dan lubang hitam. Bintang netron (disebut juga Pulsar atau bintang denyut) terjadi bila massa bintang runtuh lebih besar dari 1,4 kali, tapi lebih kecil dari tiga kali massa matahari. Sementara lubang hitam mempunyai massa bintang runtuh lebih dari tiga kali massa matahari. Materi pembentuk lubang hitam kemudian mengalami pengerutan yang tidak dapat mencegah apapun darinya. Bintang menjadi sangat mampat sampai menjadi suatu titik massa yang kerapatannya tidak terhingga, yang disebut singularitas tadi.
Di dalam kaidah fisika, besaran gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak atau dirumuskan F ยต 1/r2. Dari formula inilah kita bisa memahami mengapa lubang hitam mempunyai gaya gravitasi yang maha dahsyat. Dengan nilai r yang makin kecil atau mendekati nol, gaya gravitasi akan menjadi tak hingga besarnya.
Para ilmuwan menghitung, seandainya benda bermassa seperti bumi kita ini akan menjadi lubang hitam, agar gravitasinya mampu mencegah cahaya keluar, maka benda itu harus dimampatkan menjadi bola berjari-jari 1 cm!

Fakta2 Menarik mengenai BlackHole
Cahaya melengkung begitu dalam di dekat lubang hitam sehingga apabila Anda berada dekatnya dan berdiri membelakangi, Anda akan dapat melihat berbagai bayangan dari setiap bintang di jagat raya, dan dapat melihat bagian belakang dari kepala Anda sendiri.
Di bagian dalam sebuah lubang hitam, ketentuan-ketentuan soal jarak dan waktu berlaku kebalikan: seperti halnya saat ini Anda tidak dapat menghindar dari perjalanan menuju masa depan, di dalam lubang hitam Anda tidak dapat mengelak dari singularitas sentral.
Apabila Anda berdiri pada sebuah jarak aman dari lubang hitam dan melihat seorang teman terjatuh ke dalamnya, dia akan terlihat bergerak melamban dan hampir berhenti ketika sampai di tepian event horizon. Bayangan teman itu akan memudar dengan sangat cepat. Sayangnya, dari sudut pandangnya sendiri dia akan melintasi event horizon dengan aman, dan akan bertemu dengan ajalnya di singularitas.
Lubang-lubang hitam adalah objek-objek yang paling sederhana di jagat raya. Anda dapat menggambarkannya secara utuh dengan hanya mengetahui massa, olakan, dan muatan listriknya. Sebaliknya, untuk melukiskan secara utuh sebutir debu saja, Anda harus menjelaskan posisi dan kondisi seluruh atomnya.
Seperti yang ditemukan Hawking, lubang-lubang hitam dapat menguap, tetapi dengan sangat lambat. Bahkan untuk seukuran massa sebuah gunung akan bertahan selama sepuluh miliar tahun, dan untuk massa yang sama dengan matahari proses penguapan akan selesai setelah 10^ 67 tahun.
Lubang hitam tidak meradiasikan cahaya, dan sebuah objek yang terjatuh ke dalamnya tidak akan mampu lagi memancarkan cahayanya. Semua itu menjadikan upaya mendeteksi lubang hitam akan sangat menantang. Hanya ketika sebuah lubang hitam berada dalam wujudnya yang kembar dan efek gravitasi menyebabkan pasangannya itu menghasilkan gas, kita dapat mendeteksi sinar-X. Sinar yang berasal dari piringan-piringan di sekitar lubang hitam terlihat sangat mirip dengan sinar yang berasal dari piringan-piringan di rekitar bintang-bintang neutron.
Anda dapat pula menduga keberadaan sebuah lubang hitam di pusat sejumlah galaksi apabila bintang-bintang bergerak sangat cepat di sekitar sejumlah objek yang tidak terlihat.
Pernah adanya pendapat dari Prof.JownKin.H.Steel :
Bahwa “Suatu hari nanti Bumi Beserta WAKTU-WAKTU-nya akan terserap habis oleh Monster Gravity ini”

author : ilmupedia

Batik Indonesia Sebagai Warisan Budaya

hay hay mulai nulis lagi nhe...
hehe...
rada kangen ngeblog sih..

Yap tulisan kali ini mengenai "Batik" sesuai judulnya sih hahaha..
ok mulai dari kata Batik, tau kah kalian asal mula dari kata Batik hehe... menurut orang-orang dan setelah saya berselancar ke mbah google ternyata kata batik berasal dari bahasa jawa loh "amba" yang berarti menulis dan "titik". kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang di aplikasikan ke atas kain sehingga menahan masuknya bahan pewarna atau dalam bahasa inggrisnya wax-resist dyeing.
nah itu asal mula kata batik.. Batik Indonesia mempunyai nilai seni tinggi loh dan juga merupakan dan juga bagian dari budaya Indonesia khususnya JAWA . di Indonesia batik memiliki perbedaan masing-masing di setiap daerah ada batik madura batik pekalongan batik djogjakarta DLL.
corak batik juga banyak jenisnya loh..
ini sempet saya kutip dari sebuah website terkenal "KASKUS"


Macam Macam batik Indonesia
Corak dan motif batik Indonesia sendiri sangat banyak, ada yang merupakan motif asli dari nenek moyang bangsa kita dan ada juga yang merupakan akulturasi dengan bangsa lain.
Di bawah ini merupakan macam-macam batik yang terdapat di Indonesia:
1. Batik Kraton
batik-kraton
Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup.
Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton.
Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Parang Barong, Parang Rusak termasuk Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.
2. Batik Sudagaran
batik-sudagaran
Motif larangan dari kalangan keraton merangsang seniman dari kaum saudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar.
Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua.
Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.
3. Batik Petani
batik-petani
Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus.
Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.
4. Batik Belanda
batik-belanda
Warga keturunan Belanda banyak yang tertarik dengan batik Indonesia. Mereka membuat motif sendiri yang disukai bangsa Eropa.
Motifnya berupa bunga-bunga Eropa, seperti tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana.
5. Batik Jawa Hokokai
batik-jawa-hokokai
Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan.
Hampir semua batik Jawa Hokokai memakai latar belakang (isen-isen) yang sangat detail seperti motif parang dan kawung di bagian tengah dan tepiannya masih diisi lagi, misalnya motif bunga padi.
Contoh Batik Tiap Daerah Di Indonesia :
1. Batik Yogyakarta
batik-yogyakarta
2. Batik Solo
batik-solo
3. Batik Banyumas
batik-banyumas
4. Batik Purwokerto
batik-purwokerto
5. Batik Pekalongan
batik-pekalongan
6. Batik Cirebon
batik-cirebon
Kota Cirebon dikenal dengan kerajinan batik tulisnya dengan salah satu motif yang paling dikenal adalah motif mega mendung. kain batik tulis ini sangat cocok digunakan sebagai suvernir maupun di pakai secara langsung sebagai busana
7. Batik Betawi
batik-betawi
8. Batik Madura
batik-madura
9. Batik Kalimantan
batik-kalimantan
Sebenernya ini bukan batik tapi coraknya bisa dibilang mirip batik lah. Di Kalimantan ga ada batik, namanya Kain Sasirangan (Prosesnya Penyelupan kain ke campuran warna)
Jelas itu tidak sama sekali dengan Batik yang notabene di canting yang terisi oleh lilin ..
10. Batik Papua
batik-papua
11. Batik Padang
batik-padang
12. Batik Aceh
batik-aceh
13. Batik Bengkulu
batik-bengkulu
14. Batik Bali
batik-bali
15. Batik lampung
batik-lampung
16. Batik Toraja
batik-toraja
17. Batik Palembang
batik-palembang
18. Batik Jambi
batik-jambi
19. Batik Indramayu
batik-indramayu
20. Batik Bojonegoro
batik-bojonegoro
Sejak lama Bojonegoro sangat kaya dengan motif batik. Beberapa motif di antaranya siap dipatenkan.
Motif batik asli Bojonegoro, mengambil tema dari budaya lokal yang cukup arif dan potensi Bojonegoro yang cukup terkenal.
Di antaranya motif Mliwis Putih, Sapi, Jagung, Kahyangan Api, Tembakau, Minyak, Wayang Tengul, Padi dan motif batik Jati. Hingga saat ini pasar produksi batik tersebut kini telah sampai di Singapura.
21. Batik Purbalingga
batik-purbalingga
Sekilas memang mirip batik dari Banyumas, karena Purbalingga memang pernah saru karisidenan dengan Banyumas.
Buat yang ngga tahu di mana itu Purbalingga, Purbalingga terletak di provinsi Jawa Tengah.
Diebelah selatan dan barat berbatasan dengan Kabupaten Banyumas (Purwokerto).
Sebelah timur dengan Kabupaten Banjarnegara dan sebelah utara dengan Kabupaten Pemalang.
22. Batik Garut
batik-garut
23. Batik Tegal
batik-tegal
Dan tentunya masih banyak motif-motif batik lainnya dari seluruh daerah indonesia…

nah banyak kan kreativitas dari bangsa kita...
pada jaman dulu wanita-wanita indonesia menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian loh.
nah loh hayoo jadi gimana  mau melestarikan budaya Batik Indonesia ok ketemu lagi di postingan berikutnya ya..





‘Disertakan pada lomba Blog Entry bertema Batik Indonesia, kerja sama Blogfam dan www.BatikIndonesia.com